banner

Minggu, 13 November 2011

Story from Me - Love

Love


Apa aku masih harus menunggumu?

.

.

Aku benci padanya.

Benci. Benci. Benci.

Si rambut pirang itu mengesalkan, sok tahu dan sok baik. Aku benci padanya.

Kenapa aku harus sekelas dengannya? Kenapa aku justru harus terus-menerus berada di dekatnya? Aku benci dia. Benci. Benci. Benci.

Tapi takdir selalu memaksaku untuk terus bersamanya. Untuk terus selalu bisa melihat apa yang dilakukannya. Untuk terus selalu merasa bahwa ia memperhatikanku. Untuk terus selalu merasa bahwa ia hanya melihatku di dunia.

Kenapa?

Padahal aku benci dia! Sungguh.

.

.

.

Tapi itu dulu.

Sebelum kemudian semua perasaan benciku menjelma jadi rasa cinta untuknya. Membuatku terus menjaga sikapku jika bertemu dengannya.

Awalnya aku benci...

Tapi waktu dan takdir membuatku suka padanya. Tak tertahankan.

Membuatku selalu memperhatikannya. Membuatku selalu menunggunya. Membuatku gemas jika melihat ia bersama gadis lain.

Kenapa takdir bisa sebegitu menyebalkan?

Rika memandang langit yang agak mendung itu. Sekelebat pertanyaan muncul di hatinya. Membuatnya sedikit khawatir ketika melihat tetes hujan itu mulai membasahi jalan yang dipijaknya.

'Gawat…Semoga dia tidak apa-apa…'

Ketika bus yang ditunggunya akhirnya sampai, tanpa menghabiskan banyak waktu, Rika segera naik ke atasnya. Mengedarkan pandangan ke sekeliling bus, melihat apakah yang dicarinya ada disana.

Sekelebat kemudian Rika menghela nafas kecewa.

Tak ada. Dia tak ada.

Rika menundukkan pandangannya. Tak bisa ia pungkiri, rasa kecewa begitu menusuk di hatinya.

'Ah… Kukira dia akan muncul…'

Rika mengedarkan pandangannya lagi, memilih tempat duduk di bus yang masih sepi penumpang itu. Ia kemudian duduk di bangku pinggir dekat lorong jalan keluar seraya menghela nafas panjang.

Tiba-tiba Rika merasa pundaknya ditepuk. Ia menoleh ke belakang, menjangkau pandang yang tak bisa dilihatnya. Berharap kalau yang melakukannya adalah orang yang dicarinya.

"Hei."

Namun sekali lagi ia harus kecewa. Bukan. Bukan dia.

'Argh… Kenapa sih, justru dia yang datang? Si datar tanpa ekspresi ini…'

"Yah, hei," jawabnya tak semangat. Kembali Rika menolehkan arah pandangnya ke depan sambil sesekali membersihkan rok rumple-nya yang sedikit terkena cipratan hujan.

"Kenapa kau?" lagi-lagi suara itu mengusik apa yang sedang dilakukannya. Membuat ia menghela nafas kesal sambil menoleh lagi.

"Tidak kenapa-napa," jawabnya pendek. "Kenapa sekarang kau jadi bawel begini sih?" lanjutnya kesal. Gadis berambut hitam itu cemberut dan kemudian memfokuskan kembali pikirannya pada perkara awal.

Pemuda yang duduk di belakangnya tampak tenang saja. Seolah sudah maklum pada kejengkelan yang dirasakan gadis di depannya. Seulas senyum tipis merekah tak terlihat di wajah putihnya.

"Kau pasti memikirkannya lagi."

Oh.

.

Rika menatap langit hari itu. Tersenyum ceria ketika menyadari langit begitu cerah dengan bulatan cahaya hangat setia menemaninya. Menelusup masuk ke sanubari Rika begitu memandangnya. Dan membuatnya begitu bahagia.

Karena ia bisa melihat 'dia' sekarang.

Bus yang ditunggu Rika sudah tiba. Ia memasukinya dengan ceria. Ia mengedarkan pandangan, mencari tempat duduk pas yang dapat digunakannya untuk melihat 'dia'.

Rika lalu memutuskan duduk di pojok kanan tengah. Di depan seorang gadis berambut merah panjang yang terlihat begitu manis. Gadis itu memandangnya. Rika yang menyadarinya, segera tersenyum.

"Namamu?" Tanya Rika sambil membalikkan badannya ke arah belakang. Bermaksud untuk memudahkannya mengobrol.

"Ah… ehm, Nakama Ringo."

"Aku Mikura Rika. Salam kenal ya…" ucap Rika sambil menyodorkan tangannya. Gadis itu membalasnya sedikit malu-malu.

Ah. Itu dia. Akhirnya ia datang setelah lama aku menunggu. Setelah lagi-lagi kemarin aku harus bertengkar dengannya.

Sesosok pemuda dengan mata sewarna dengan langit biru menaiki sepeda dengan bersemangat. Rambut pirangnya melambai lembut mengikuti arah angin yang semilir merdu. Senyum cerianya tak pernah memudar meski waktu terus menyakitinya. Semburat merah dengan peluh bercucuran tampak menyatu indah dengan dirinya.

Orang yang kucintai.

.

.

Pemuda dengan rambut pirang itu melambai semangat. Rika menatapnya dari balik jendela tipis bus. Ia tampak begitu senang, pemuda itu menyapanya hari ini setelah kemarin mereka bertengkar hebat.

Ia baru akan membalasnya ketika menyadari bahwa seorang gadis si belakangnya lebih dulu melambai ke arah yang sama dengannya.

Gadis manis yang baru dikenalnya.

Nakama Ringo.

.

Rika terdiam sepanjang pelajaran berlangsung. Matanya menatap kosong papan tulis putih itu. Berlaku seolah papan tulis itu adalah objek termenarik yang pernah dilihatnya.

Hatinya terasa sakit.

Beginikah rasa patah hati yang begitu ironis?

Setelah merasa dirinya yang tadi disapa, Rika sadar kalau pemuda berambut pirang itu bukan melambai ke arahnya. Tapi pada gadis di belakangnya. Gadis manis berambut merah yang dikenalnya sebagai 'RIngo'. Seorang gadis dari luar Osaka.

Ketika menyadari itu, hati Rika begitu mencelos. Sakit hati tak terkira menderanya begitu saja. Menelusup masuk menggantikan hangatnya sinar mentari yang tadi ia rasakan.

Pemuda itu bukan melambai padanya. Bahkan pemuda itu sepertinya tak menyadari bahwa dirinya ada di depan sang gadis berambut merah.

Rika menghela nafas. Cintanya begitu cepat berlalu dengan patahnya hatinya. Ia merasa hawa dingin menusuk tulang terus menerus berhembus ke hatinya. Membuat Rika merasa tak ada di kelas ini sekarang. Hatinya berkelana entah kemana. Berusaha menepis rasa sakit yang mulai menguasainya.

Bagaimanapun cintanya sudah selesai ketika ia menyadari lambaian itu bukan untuknya. Hati pemuda itu bukan untuknya. Tak mengapa. Itu sudah takdir.

Ternyata takdir memang menyebalkan.

"Kenapa lagi kau?"

'Lagi-lagi si datar ini. Kenapa sih, lagi patah hati begini meski ketemu sama dia?'

Rika bergumam sebal sejenak lalu menoleh pada pemuda sebayanya itu. "Tak kenapa-napa. Kau kali yang kenapa? Akhir-akhir ini bawel banget. Tidak seperti kau yang biasa," ucapnya sambil menatap pemuda itu sinis.

Pemuda itu mendengus lalu tersenyum.

"Aku sudah sering mengingatkan tapi kau tak mau dengar kan? Sekarang kenapa kau malah menjadikanku sebagai sasaran kemarahanmu?" jawabnya enteng.

Rika terhenyak dan menatap sengit pemuda itu. "Siapa yang menjadikanmu sasaran kemarahan? Jangan ge-er deh!" serunya emosi. Untung hari itu udara sedang dingin. Itu tak mendukungnya untuk mengeluarkan semua amarah yang ada pada dirinya karena untaian kalimat pemuda itu.

"Hei, kau kira aku bodoh? Sikapmu menandakan seperti itu. Dan kata-katamu padaku itu sudah seperti menjadikanku sasaran kemarahan secara tak langsung."

Gadis berambut hitam itu merasa darahnya langsung naik ke kepala. Ia ingin mengucap sepatah kata namun suaranya seperti serak. Tak keluar apa pun. Hanya desahan yang merupakan awal sebuah isak perlahan.

Pemuda di hadapannya tampak tenang. Tak berekspresi khawatir berlebihan. Hanya terbelalak sedikit namun tak kentara. Ia memejamkan matanya rapat, kemudian membukanya.

"Ambil. Jangan terus menangis. Tak tampak sepertimu."

Rika menatap saputangan putih dengan gradasi hitam itu dalam. Saputangan yang tak mungkin miliknya. Saputangan yang baru saja didapatnya dari seseorang.

Seulas senyum tulus merekah di bibir Rika.

.

Ku tak pernah menyadari

Ada seseorang yang berarti…

Selalu memerhatikan dan menanggapi

Namun selalu ku pungkiri

Kini aku tahu semua

Ketika waktu bertindak akhirnya

Dan mulailah ku meretas asa…

Semoha harapku sesuai fakta

Takdir…

Cinta baru…

Tamagi Yuuta.

.

.

…sepertinya aku tak perlu menunggumu lagi kan... Kazu?

FIN

Kamis, 03 November 2011

Tempat Wisata Kota Jember

Buat kalian yang ada dikota Jember. kalo lagi suntuk atau apalah, gak perlu jauh-jauh buat cari tempat wisata. Dijember ada banyak banget ! yuuk liat !!!

  • Pantai Watu Ulo di terletak sekitar 25 Km dari Kecamatan Ambulu dan pada saat hari-hari libur biasanya banyak anak-anak muda dan rombongan keluarga yang pergi kesana untuk berlibur, apalagi saat hari-hari besar dan hari raya. Mereka biasanya pergi ke sana bersama-sama dengan keluarga mereka masing-masing menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Pantai Watu Ulo memiliki panorama yang mempesona menghadap lautan Indonesia dengan deretan batu karang menyerupai ular.
  • Pantai Tanjung Papuma dengan pesona pasir putihnya dan Wisata Sejarah berupa peninggalan Gua Jepang. Pantai ini dikenal juga dengan nama Pantai Pasir Putih Malikan. Dinamakan Papuma karena pantai ini berpasir putih dengan hamparan batu-batu yang bila diterjang ombak lalu saling terberai membalik. Pantai papuma adalah pantai yang sangat eksotik bila dibandingkan dengan pantai pantai yang ada di jawa timur, karena memiliki keindahan pantai dan laut yang menawan dengan pantai yang hijau kebiruan menjadikan tenpat wisata ini banyak dikunjungi baik dari warga Jember sendiri juga dari kabupaten lain.
  • Pantai Puger yang terletek 15 Km dari kecamatan ambulu ditempat wisata ini juga banyak dikunjungi oleh banyak orang dan paling banyak adalah anak-anak muda untuh menghibur diri. Pantai Puger juga menjadi surga bagi orang yang suka memancing. Di pantai ini juga terdapat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang menjual ikan hasil tangkapan nelayan. Disekitar Pantai Puger juga terdapat Cagar Alam Puger Watangan dengan pesona sumber air Kucur. Pantai Puger juga merupakan gerbang keluar menuju Cagar Alam Pulau Nusa Barong.
  • Pantai Paseban di daerah Kencong, Di Pantai ini wisatawan dapat menikmati mandi laut mengingat ombaknya yang tenang dan landai nan teratur sehingga tidak membahayakan.
  • Pantai Bandealit di wilayah Taman Nasional Meru Betiri yang secara administratif masuk kedalam wilayah Kecamatan Tempurejo. Pantai ini berdekatan dengai Pantai Sukamade yang merupakan tempat penetasan telur penyu.
  • Pemandian Patemon yang berada di wilayah Kecamatan Tanggul. Di pemandian Patemon udaranya sangat sejuk karena terletak di daerah pegunungan dan air yang mengalir di pemandian tersebut adalah air yang berasal dari sumber mata air pegunungan jadi airnya sangat dingin. Pada hari-hari libur khususnya hari Minggu dan hari libur nasional banyak orang berkunjung, mulai dari anak-anak, anak muda, sampai pada orang tua. Di Pemandian ini yang semakin menarik dengan ditambahnya satu kolam renang baru dan wahana waterboom, selain itu tempat-tempat yang ada di sekitar kolam renang telah diperbaiki sehingga semakin menarik untuk dikunjungi.
  • Pemandian Rembangan yang terletak di salah satu puncak gunung, memiliki daya tarik pemandangan, pemandian, Hotel, dan wisata agro berupa perkebunan kopi milik PTP Nusantara XII dan peternakan sapi perah, dimana Anda bisa melihat proses pemerahan susu sapi dan membeli susu sapi segar literan. Di Rembangan, Anda bisa melihat kota Jember & sekitarnya dari atas. Dan, pada waktu malam, pemandangan lampu kota sangat mengesankan. Disini suhunya sangat sejuk & udaranya sangat bersih & segar, sangat baik untuk tubuh Anda.
  • Air Terjun Tancak yang terletak di Perkebunan Gunung Pasang - Kecamatan Panti.
  • Air Terjun Antrokan di wilayah Kecamatan Tanggul.
  • Wisata Loko di lahan PG Semboro yang menawarkan keindahan pemandangan alam perkebunan tebu, jeruk, rambutan dan salak yang berada disepanjang perjalanan selama 3 jam dengan menggunakan lokomotif uap.
  • Wisata Lori di daerah Garahan yang menyajikan dua buah terowongan Kereta Api (90 m dan 970 m) yang merupakan terowongan Kereta Api terpanjang di Indonesia. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati wisata agro Gunung Gumitir.
  • Taman Botani di wilayah Kecamatan Sukorambi yang mulai dibuka tahun 2007.
  • Niagara Water park [Ambulu, Jember]
  • Dira I Swalayan, Fashion and Swiming Pool. [Ambulu, Jember]
  • Surya Tirta, Fitnes Centre and Swimming Pool. [Ambulu, Jember]

Puluhan Kesenian Tradisional Indonesia Terancam Punah

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib kesenian-kesenian tradisional di sejumlah daerah bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau. Ada kesenian tradisional yang sudah sangat jarang dipentaskan dan terancam punah. Upaya revitalisasi kesenian tradisional itu pun terkendana pendanaan. Namun, bagi daerah yang peduli, kesenian tradisional tetap hidup dan berkembang sejalan dengan kemajuan zaman.
Demikian benang merah yang mengemuka dalam perbincangan Kompas dengan Kepala Taman Budaya Provinsi Sumbar Asnam Rasyid, Seni man Tradisional dan Komite Tradisional Dewan Kesenian Lampung Syafril Yamin (atau lebih dikenal dengan nama Lil Cetik), yang dihubungi terpisah di Padang dan Bandarlampung, Jumat (24/4). Sebelumnya , Ketua Forum Taman Budaya se-Indonesia Hj Ikke Dewi Sartika, juga memberikan pernyataan di Padang.
Asnam Rasyid mengakui, di Sumatera Barat banyak kesenian tradisional yang terancam punah, karena tidak ada regenerasi, jarang dipertunjukkan, dan juga karena pelaku-pelakunya sebagian sudah uzur dan meninggal. Kondisi ini mencemaskan. Taman Budaya sebagai unit pelaksana teknis dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tidak mempunyai anggaran untuk penelitian, pembinaan, dan revitalisasi . Dulu, hal itu memang menjadi tanggung jawab Taman Budaya, tapi sekarang tidak, tandasnya.
Ia menyebutkan, kesenian tradisional di Sumbar yang terancam punah itu antara lain Talempong Ungan, Gandai, dan Tupai Janjang. Jika dulu Taman Budaya dikondisikan sebagai laboratorium, pendokumentasian, dan etalase untuk menjaga ketahanan budaya, maka di masa pemerintahan sekarang, Taman Budaya hanya sebagai etalase budaya, jelas Asnam Rasyid.
Ikke Dewi Sartika juga mengungkapkan hal senada. Di daerah Jawa Barat saja, sedikitnya terdapat 43 kesenian tradisional yang hamper punah. Dari jumlah itu, b aru dua jenis kesenian yang bisa direvitalisasi, yaitu Gendang Gugun dan Angklung Badun. Karena banyak kesenian tradisional di daerah terancam punah, pemerintah harus mendukung revitalisasi kesenian tradisional, u jarnya, pada Rakor Kepala Taman Budaya se- Indonesia, di Padang, beberapa waktu lalu.
Menurut Ikke, terancam punahnya kesenian tradisional disebabkan pengaruh globalisasi. Padahal, selain ancaman, globalisasi sebenarnya bisa menjadi tantangan untuk mempertahankan dan mengembangkan kesenian yang ada. Buktinya, kesenian Jaipong bisa mengglobal.
Sementara itu, di Lampung, karena gubernur (ketika itu Sjachruddin ZP) peduli dengan kesenian daerah Lampung, kemajuan yang dicapai kesenian tradisional sangat berarti. Maju-mundurnya kesenian tradisional di daerah, tergantung kebijakan pemerintah, baik gubernur maupun wali kota/bupati. Semasa Sjachruddin ZP jadi gubernur, karena ia orang pribumi Lampung , perhatiannya bagus, sehingga kesenian daerah berkembang baik. Seperti Sastra Tutur, Musik Gamolan Pekhing, dan Warahan, berkembang dengan baik, kata Syafril Yamin.
Namun, ke depan mungkin saja nasibnya tak jelas. Karena dengan gubernur yang sekarang, anggaran untuk Dewan Kesenian Lampung sebesar Rp300 juta, masih belum cair, padahal sudah masuk triwulan kedua. Jika dana tak segera cair, mungkin saja terjadi kemunduran lagi, tambahnya.

Rabu, 02 November 2011

who says lyrics

I wouldn't wanna be anybody else, hey
You made me insecure, to me I wasn't good enough
But who are you to judge
When you're a diamond in the rough

I'm sure you got some things
You'd like to change about yourself
But when it comes to me
I wouldn't want to be anybody else

I'm no beauty queen, I'm just beautiful me
You got every right to a beautiful life, come on

Who says, who says you're not perfect
Who says you're not worth it
Who says you're the only one that's hurting
Trust me that's the price of beauty
Who says you're not pretty
Who says you're not beautiful, who says?

It's such a funny thing
How nothing's funny when it's you
You tell 'em what you mean
But they keep whitin' out the the truth

It's like the work of art
That never get to see the light
Keep you beneath the stars
Won't let you touch the sky

I'm no beauty queen, I'm just beautiful me
You got every right to a beautiful life, come on
[From: http://www.elyrics.net/read/s/selena-gomez-lyrics/who-says-lyrics.html]

Who says, who says you're not perfect
Who says you're not worth it
Who says you're the only one that's hurting
Trust me that's the price of beauty
Who says you're not pretty
Who says you're not beautiful, who says?

Who says you're not star potential
Who says you're not presidential
Who says you can't be in movies
Listen to me, listen to me

Who says you don't pass the test
Who says you can't be the best
Who said, who said?
Would you tell me who said that, yeah
Who said

Who says, who says you're not perfect
Who says you're not worth it
Who says you're the only one that's hurting
Trust me that's the price of beauty
Who says you're not pretty
Who says you're not beautiful, who says?

Who says you're not perfect
Who says you're not worth it
Who says you're the only one that's hurting
Trust me that's the price of beauty
Who says you're not pretty
Who says you're not beautiful, who says?

penanggulangan kenakalan remaja

Penanggulangan Kenakalan Remaja|... Cara Penanggulangan kenakalan Remaja yang paling efektif samapi saat ini adakah Anda mengetahui? Mungki Ya mungkin juga tidak bukan..? Karena semua orang tentunya punya cara / pendapat masing-masing yang jelasa berbeda. Menurut Admin, bila mengamati kondisi sosial saat ini ada sebab awal kenakalan remaja. Berikut ini sebab Kenakalan Remaja dan Analisa sedikit penanggulangan kenakalan remaja. # Kondisi mental spirual yang belum kuat/matang, sehingga masih mudah terpengaruh dengan hal hal yang tidak baik/negatif. Sebenarnya dengan bermodalkan keimanan dan ketaqwaan yang kuat dan benar tentunya seorang remaja akan lebih bisa mengontrol perilaku yang menyimpang. Inilah satu kaonsep dasar penanggulangan kenakalan remaja yang bertumpu pada aturan agama. Karena tidak dipungkiri lagi bahwa semua agama mengajarkan secara sosial untuk berbuat kebaikan. # Penanggulangan kenakalan remaja kedua dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas pendidikan bagi remaja tersebut. Tentunya berbeda perilaku orang berpendidikan dengan orang yang tidak. Artinya pendidikan punya peranan penting dalam pola penanggulangan kenakalan Remaja. Kalau sudah berpendidikan tinggi tetapi masih berprilaku yang negatif, itulah manusia dan kembali kepada pribadi masing-masing.